Jiwa Penuh Chenta

Thursday, July 17, 2014

19 Ramadhan 1435 [2]

{ ini 8 nasihat dari Hatim Al-Asham, seperti yang dijanjikan.}

Dikisahkan suatu saat Syaqiq Al-Balkhi bertanya kepada muridnya, Hatim Al-Asham,

“Sejak sejak kapan engkau belajar bersamaku?”, tanya Syaqiq,
“Sejak tigapuluh tahun guruku”, jawab Hatim.
“Apakah yang engkau pelajari selama itu, wahai Hatim?”, tanya Syaqiq
“Delapan hal guruku”, jawab Hatim.
“Innalillah wa inna ilaihi raji’un, terbuang percuma sajalah umurku bersamamu”, Syaqiq pun kecewa.
“Guruku, aku tidak pelajari yang lain dan aku tidak ingin berdusta”, jawab Hatim,
“Uraikanlah kedelapan hal itu Hatim”, pinta Syaqiq

Kemudian Hatim Al-Asham pun menjelaskannya :

Pertama, :
Ketika aku memandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat masing-masing mempunyai kekasih, dan ia ingin selalu bersama kekasihnya bahkan hingga ke dalam kuburnya.
Ketika kekasihnya telah ke kubur, ia merasa kecewa karena ia tidak dapat lagi bersamanya masuk ke dalam kubur dan berpisah dengannya.

Maka dari itu, aku ingin menjadikan perbuatan baik sebagai kekasihku, sebab jika aku masuk kubur, maka ia pun akan ikut bersamaku

“Benar sekali Hatim!”, ujar Syaqiq, “Apa yang kedua?”

{untuk nasihat yang pertama, ustad semalam memudahkan, jadikalah setiap amal jariah / kebaikan sebagai kekasih dialam kubur nanti}

Kedua, :
Ketika ada firman Allah SWT,

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal.” (QS. An Nazi’at :40-41)

Maka dari itu aku berusaha menolak hawa nafsu sehingga aku tetap taat kepada Allah SWT

“Yang ketiga?” ujar Syaqiq

{part ini paling kena untuk diri aku, end up yang membuat aku mencari kisah tentang asal usul nafsu. diperintahkan oleh ALLAH SWT untuk berpuasa supaya kita yakni manusia boleh mendidik dan mengekang nafsu, dan pertanyaan ustad semalam, 'mampukah sebulan kita berpuasa ini, mengawal 11 bulan yang tidak diperintahkan untuk berpuasa?'}

Ketiga, :
Aku memandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat setiap makhluk memiliki benda, menghargainya, memandangnya bernilai, dan menjaganya. Kemudian ku perhatikan firman Allah SWT,

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl :96)

Maka dari itu setiap kali aku mendapatkan sesuatu yang berharga dan bernilai, ia pun kuhadapkan kepada Allah (sedekah), agar kekal di sisiNya.

“Yang keempat?” ujar Syaqiq

{yang ni, aku cuma boleh dimudahkan bahawa sesuatu perkara yang kita ada biarlah dengan redha ALLAH SWT, ustad juga bagi contoh yang mudah difahami, situasi, si ayah/ibu kerja/sibuk mencari duit, tapi anak terabai, disitu ustad cuba menyuruh kita berfikir, dimana nilai duit tadi, sekiranya anak yang sebagai amanah tu tadi diabaikan. dimana REDHANYA ALLAH SWT yang aku cakap mula-mula tadi.}

Keempat, :
Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat masing-masing orang selalu menaruh perhatian terhadap harta, kebangsawanan, kemuliaan, dan keturunan. Lalu ketika kupandangi semua itu, tiba-tiba tampak tidak ada apa-apanya. Kemudian kuperhatikan firman Allah SWT,

"..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat :13)

Maka dari itu aku pun bertaqwa kepada Allah, semoga aku menjadi mulia di sisiNya.

“Yang kelima?” ujar Syaqiq

{aku tak reti nak huraikan ayat taqwa ni, tapi aku harap, ia memberi manfaat. hmmm ustad kata, taqwa ni ibarat kau sedang berjalan-jalan dalam gelap gelita, mencari-arah cahaya tu tadi. aku tak dapat nak huraikan. masih lagi dalam peringkat pemahaman.}

{5-8 ini antara nasihat yang ustad tak dapat nak jelaskan kerana kesuntukan masa semalam. so aku kopi paste dari blog yang menggunakan bahasa yang mudah difahami.}

Kelima, :
Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini, ternyata mereka suka saling menghina dan menggunjing satu sama lain. Penyebabnya adalah kedengkian, kemudian kuperhatikan firman Allah SWT,

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Az Zukhruf :43:32)

Maka dari itu perasaan dengki pun kutinggalkan. Aku tahu bahwa pembagian rizki itu dari Allah.

“Yang keenam?” lanjut Syaqiq

Keenam, :
Ketika kupandangi makhluk yang ada di duna ini, ternyata mereka suka berbuat kedurhakaan dan berperang satu sama lain, akupun kembali kepada firman Allah SWT,

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”
(QS. Fathir :6)

Maka dari itu kujadikan syetan sebagai musuhku satu-satunya dan akupun sangat berhati-hati kepadanya, karena Allah menyatakan syetan adalah musuhku.

Syaqiq melajutkan pertanyaannya : “Yang ketujuh?”


Ketujuh, :
Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini aku melihat masing-masing orang mencari sepotong dari dunia ini. Lalu ia menghinakan diri padanya dan memasuki bagiannya yang dilarang kemudian kuperhatikan firman Allah SWT,

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata .” (QS.Huud :6)

Maka dari itu kukerjakan apa yang menjadi hak Allah pada diriku, dan kutinggalkan apa yang menjadi hak Allah pada diriku,

Yang terakhir, :
Kupandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat masing-masing orang menggantungkan diri pada makhluk lain. Yang satu pada benda yang dicintainya, yang lain pada perniagaannya, dan perusahaannya, atau pada kesehatan tubuhnya. Masing-masing bergantung pada benda. Lalu aku kembali pada firman Allah,

“..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”
(QS. Ath Thalaq :3)

Maka dari itu akupun bertawakkal kepada Allah, ternyata Allah mencukupi keperluanku.

“Hatim, semoga Allah SWT melimpahkan karuniaNya kepadamu”, ujar Syaqiq

Sumber :

Diambil dari kitab Ihya’ Ulumiddin Jilid 1 Bab Ilmu

antara 8 nasihat ini, aku sebenarnya terkesan sungguh dengan nasihat yang berkaitan dengan hawa nafsu. ada sedikit cerita tentang asal usul nafsu. Ini link antara dialog nafsu dengan ALLAH SWT. bertapa aku sendiri berperang dengan lawan yang aku tidak kenal sama sekali.

http://kisahislamiah.blogspot.com/2011/06/dialog-akal-nafsu-dengan-tuhan.html

No comments: